KEBIJAKSANAAN
HARGA (PRICE POLICIES)
1.
PENGERTIAN HARGA
Di dalam ekonomi
teori, pengertian, harga, nilai dan utility, merupakan konsep yang saling
berhubungan. Yang dimaksud dengan utility ialah suatu atribut yang melekat pada
suatu barang, yang memungkinkan barang tersebut, dapat memenuhi kebutuhan
(needs), keinginan (wants) dan memuaskan konsumen (satisfaction).
Value adalah
nilai suatu produk untuk ditukarkan dengan produk lain. Nilai ini dapat dilihat
dalam situasi barter yaitu pertukaran antara barang dengan barang. Sekarang ini
ekonomi kita tidak melakulan barter lagi, akan tetapi sudah menggunakan uang
sebagai ukuran yang disebut harga. Jadi harga adalah nilai suatu barang yang
dinyatakan dengan uang.
2.
FACTOR BIAYA DALAM PENETAPAN HARGA
Penetapan harga
jual berasal dari harga pokok barang tersebut. Sedangkan harga pokok barang
ditentukan oleh berapa besar biaya yang dikorbankan untuk memperolaeh atau
untuk membuat barang itu. Apa yang dimaksud dengan BIAYA?
Biaya adalah
setiap pengorbanan untuk membuat suatu barang atau memperoleh suatu barang,
yang bersifat ekonomi rasional, jadi dalam pengorbanan inii tidak boleh
mengandung unsure pemborosan, sebab segala pemborosan termasuk unsure kerugian,
tidak dibebankan ke harga pokok.
Lebih lanjut dapat
ririnci, pengorbanan yang dapat dikatakan biaya apabila memenuhi criteria biaya
berikut:
1.
Dapat dihitung
2.
Dapat diduga sebelumnya
3.
Inheren (melekat) pada produksi
4.
Tidak dapat dihindarkan
3.
PENGERTIAN KEBIJAKSANAN HARGA
Kebijaksanaan
harga atau price policies = politik harga = kebijaksanaan harga, ialah
keputusan mengenai harga-harga yang akan diikuti untuk suatu jangka waktu
tertentu. Jadi di sini terkandung maksud mengikuti perkembangan harga pasar.
Price
policies dapat ditinjau dari 3 sudut:
1.
Produsen
2.
Whosaler
3.
Retailer
4.
KEBIJAKSANAAN HARGA PRODUSEN
Para produsen berkepentingan untuk
mengetahui harga penjualan eceran dari produknya, karena sukses marketing
produknya tergantung dari harga penawaran kepada konsumen. Para produsen yang
memperhatikan harga yang ditawarkan oleh retailer sebelum menetapkan harga
jualnya “inverted pricing” didalam definisnya dikatakan bila dalam price policy
decisionnya, seorang pengusaha menentukan harga pabriknya (factory price)
dengan berpedoman kepada harga penjualan eceran yang ditawarkan kepada konsumen
sedemikian rupa sehingga harga pabrik yang ditentkan bagi produknya itu, adalah
sama dengan harga eceran setelah dikurangi dengan keuntungan para distributors,
ini disebut INVERTED PRICING.
Produsen yang memproduksi barang
mempunyai dua pilihan yaitu:
1.
Skiming price, yaitu memasang harga setinggi
mungkin
2.
Penetration price yaitu memasang harga yang
rendah pada permulaan pemasaran, kemudian dinaikkan bertahap.
3.
Harga pokok lebih rendah dari saingan. Produsen
yang bekerja, secara efisien dan efektif akan memperoleh banyak keuntungan
karena penghematan-penghematan.
4.
Penetapan harga yang fleksibel.
5. KEBIJAKSANAAN HARGA WHOLESALER
A.
Geographical Price Quotation.
B.
Price Adjusted To Buyers Position
C. Price Based
On Quantity Purchased
D. Dumping
E. Discount
Methods Of Quoting Price
6. KEBIJAKSANAAN HARGA RETAILER
Ada
beberapa macam price policy yang dilakukan oleh retailer yaitu sebagai berikut:
1. Margin Pricing
Merupakan
oenentujan harga penjualan yang dikehendaki tergantung keapada biaya-biaya yang
teah dikeluarkan, lambat atau cepatnya peredaran uang.
2. Price Lining
Yaitu
menggolongkan barang-barang kedalam kelompok yang berharga satuan Rp. 10.000
Rp. 20.000 Rp. 50.000 dsb.
3. Competitors price
Untuk
memperoleh raputasi sebagai took yang murah untuk barang yang dikenal oleh
umum.
4. Discount house
Adalah
suatu tiokok eceran yang menjual barang-barang dari merek yang terkenal dengan
suatu potongan harga yang menarik sehingga harga sesungguhnya kebih rendah dari
harga umum.
5. Judgement pricing
Dasar
penetapak harga disini berdasarkan atas
kira-kira saja. Misalnya, disebabkan karena model/kejarangan barang dsb.
Perkiraan ini didasarkan dengan anggapan bahwa para pembeli juga akan menilai
sesuai dengan perkiraan penjual.
6. Customary price
Dalam
jangka panjang harga-harga sesuatu barang itu tetap stabil. Berdasarkan
kebiassan untuk merubah/menaikkan harga akan menimbulkan kesulitan sebab
mungkin langganan akan protes atau akan lari.
7. Odd prices
Price
policy ini biasanya memasang harga seperti Rp. 2.975 untuk harga yang
seharusnya Rp. 3.000 dengan harga tersebut secara psikologis konsumen merasa
memperoleh untung besar, membayar Rp. 2.975 dari pada membayar Rp.3.000.
Ada lagi dikenal EVENT PRICES, yaitu urutan-urutan harga yang disesuaikan
dengan nilai pecahan uang seperti Rp. 500, Rp. 1000, Rp. 5000, Rp. 10.000, Rp.
20.000
8. Combination offers
Sering
kita lihat di pasar orang menjual sisir diikat dengan minyak rambut + cermin
harga Rp. 15.000. ini namanya combination offer maksudnya disamping memikat
calon pembeli juga melariskan barang lain yang keadaan pasarnya lagi sepi.
9. Harga sebagai daya tarik bagi konsumen
Untuk
menarik para konsumen, maka produsen atau para penjual dapat menggunakan
kebijaksanaan HARGA PROMOSI dan DISKRIMINASI HARGA.
Harga promosi dapat dilakukan
dengan berbagai cara seperi berikut:
1.
Menjual barang dibawah harga pasar
2.
Menetapkan harga khusus pada peristiwa-peristiwa
tertentu
3.
Memberikan potongan pada pembelian yang dilakukan
4.
Menjual secara kredit, dengan perhitungan bunda
rendah, bersaing dengan perusahaan yang juga mengadakan penjualan kredit.
5.
Atau bias pula menjual dengan kredit dengan
cicilan jangka panjang, sehingga pembayaran tiap bulan kecil.
6.
Memberikan berbagai macam bonus pada setiap
pembelian
7.
Memberikan harga yang berbeda, atau dengan
istilah lain memberikan diskriminasi harga.
8.
Harga juga berbeda karena citra terhadap suatu
produk, semakin tinggi
Comments
Post a Comment